ANALISIS

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SECARA

MIKROBIOLOGIS TERHADAP AIR MINUM (PDAM)

DI KABUPATEN KLUNGKUNG

TAHUN 2007 – 2011

Oleh :

Laswan Hadi, SKM, M.Si

(Kasi Penyehatan Lingkungan)

DINAS KESEHATAN KABUPATEN KLUNGKUNG

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunianya penulisan laporan ini bisa terselesaikan.

Laporan ini merupakan suatu hasil analisis terhadap hasil-hasil pemeriksaan laboratorium secara mikrobiologis terhadap sampel-sampel air minum yang dikelola oleh PDAM selama 5 tahun, dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011, dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang kondisi kualitas airnya sekaligus mencoba memberikan masukan-masukan yang kiranya dapat dipergunakan sebagai acuan dalam upaya-upaya tindak lanjut dikemudian hari.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada berbagai pihak yang turut memberikan dukungan baik secara moril mauoun materiil sehingga laporan ini dapat terwujud. Meskipun demikian, mengingat keterbatasan yang ada, kiranya laporan ini masih terdapat kekurangannya, oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan adanya.

Akhirnya, semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi pihak-pihak yang terkait dalam upaya-upaya peningkatan kesehatan lingkungan khususnya penyehatan air demi peningkatan derajat masyarakat yang setinggi-tingginya.

Semarapura, 31 Mei 2011

Kasi Penyehatan Lingkungan


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………     i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….. …. …… ii

  1. PENDAHULUAN  ……………………………………………………………………. …… 1
  2. PERSYARATAN DAN PENGAWASAN  ………………………………….. …… 2
  3. HASIL-HASIL PEMERIKSAAN/PENGUJIAN LABORATORIUM

SECARA MIKROBIOLOGIS AIR MINUM  ……………………………… …… 3

  1. ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM SECARA

BAKTERIOLOGIS AIR MINUM  ……………………………………………………. 7

  1. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Kesimpulan  ……………………………………………………………………………….. 8
  1. Saran-saran  ……………………………………………………………………………….. 8

I. PENDAHULUAN

Air merupakan sumber daya alam yang sangat vital untuk kelangsungan hidup manusia dan organisme hidup lainnya, oleh karena itu keberadaannya perlu dipertahankan, baik secara kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya. Disamping bermanfaat secara positif yang dapat mempertahankan kehidupan, namun apabila pengelolaannya kurang baik dan air menjadi tercemar oleh bahan-bahan yang berbahaya, maka air tersebut dapat berakibat buruk bagi kehidupan.

Terdapat berbagai macam cara dan upaya yang bisa ditempuh dalam rangka mendapatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah dengan cara mengali tanah untuk memperoleh air dalam tanah dengan kedalaman tertentu, yang biasa disebut dengan Sumur Gali (SGL), menampung air hujan dalam suatu bangunan tertentu yang disebut Penampungan Air Hujan (PAH), menampung mata air yang biasa sisebut Perlindungan Mata Air (PMA). Selain itu dapat juga diperoleh dengan cara menyalurkan air dari sumbernya dengan sitem perpipaan. Dalam pengelolaannya ada dua jenis system perpipaan ini yaitu yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat dan yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Sebagai air minum yang dikonsumsi mayarakat untuk keperluan hidup sehari-hari, seyogyanyalah air ini secara kuantitas dan kualitas dapat dijamin keberadaannya sehingga dapat memberikan rasa aman dan aman bagi masyarakat yang menggunakannya.

II. PERSYARATAN DAN PENGAWASAN KUALITAS AIR MINUM

Persyaratan Kualitas Air Minum meliputi persyaratan fisika, kimiawi, mikrobiologis dan radioaktif sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010.

Air minum sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan ini adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Agar air minum tersebut aman bagi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya, maka air minum tersebut harus memenuhi persyaratan fisika, kimiawi, mikrobiologis dan radio aktif.

Adapun Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum tertuang dalam Permenkes Nomor 736/Menkes/Per/VI/2010. Agar supaya mencapai kualitas air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan, maka perlu dilakukan pengawasan, baik secara internal maupun eksternal. Kedua pengawasan ini dilakukan melalui 2 (dua) cara yaitu pengawasan berkala dan pengawasan atas indikasi adanya pencemaran.

Kegiatan Pengawasan Kualitas Air Minum ini meliputi :

  1. Inspeksi Sanitasi (IS) yang dilakukan dengan cara pengamatan dan penilaian kualitas fisik air minum dan faktor risikonya;
  2. Pengambilan sampel air minum berdasarkan hasil inspeksi sanitasi;
  3. Pengujian kualitas air minum dilakukan di laboratorium yang terakreditasi;
  4. Analisis hasil pengujian laboratorium;
  5. Rekomendasi untuk pelaksanaan tindak lanjut; dan
  6. Pemantauan pelaksanaan tindak lanjut.

Pelaksanaan inspeksi sanitasi, pengambilan sampel air minum dan pengujian kualitas air minum dilaksanakan oleh tenaga terlatih seperti sanitarian, petugas laboratorium, dan tenaga lain yang mempunyai keterampilan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut.

III. HASIL-HASIL PEMERIKSAAN/PENGUJIAN LABORATORIUM SECARA MIKROBIOLOGIS/BAKTERIOLOGIS AIR MINUM

Hasil-hasil pemeriksaan laboratorium secara mikrobiologis/ bakteriologis terhadap air minum yang dikelola  oleh PDAM selama 5 tahun (2007-2011) di Kabupaten Klungkung adalah sebagaimana yang tercantum pada tabel 1 :

Tabel 1 : Hasil pemeriksaan Laboratorium secara bakteriologis terhadap Sampel Air PDAM di Kabupaten Klungkung Tahun 2007 – 2011

No. Tahun Jml Sampel Hasil (E.Coli) Ket
Positif negatif

1

2007

7

4

3

2

2008

21

14

7

3

2009

56

42

14

4

2010

7

7

0

5

2011

4

4

0

Jumlah (2007-2011)

95

71

(74,7%)

24

(25,3%)


Berdasarkan tabel 1 di atas, terlihat bahwa jumlah sampel air PDAM yang diperiksa secara bakteriologis selama 5 tahun (2007-2011) adalah sebanyak 95 sampel. Dari sejumlah sampel yang diperiksa tersebut sebanyak 71 sampel (74,7%) positif atau tidak memenuhi syarat, dan 24 sampel (25,3%) negatif atau memenuhi syarat sebagai air minum. Secara rinci hasil pemeriksaan sampel berikut lokasi per tahunnya dapat dilihat pada table-tabel berikut :

Tabel 2 : Hasil pemeriksaan Laboratorium secara bakteriologis terhadap Sampel Air PDAM di Kabupaten Klungkung Tahun 2007

No. Lokasi (Puskesmas) Jml Sampel Hasil (E. Coli) Keterangan
Positif Negatif
1 Klungkung I

5

3

2

2 Klungkung II

2

1

1

Jumlah

7

4

(57%)

3

(43%)

*)Sumber : Hasil Uji Petik Dinas Kesehatan Prov Bali Th. 2007.

Berdasarkan tabel 2 di atas, terlihat bahwa jumlah sampel air PDAM yang diperiksa secara bakteriologis tahun 2007 adalah sebanyak 7 sampel, dimana 4 sampel (57%) positif atau tidak memenuhi syarat, dan 3 sampel (43%) negatif atau memenuhi syarat.

Tabel 3 : Hasil pemeriksaan Laboratorium secara bakteriologis terhadap Sampel Air PDAM di Kabupaten Klungkung Tahun 2008

No. Lokasi (Puskesmas) Jml Sampel Hasil (E. Coli) Keterangan
Positif Negatif
1 Banjarangkan I

5

5

0

2 Klungkung I

5

5

0

3 Klungkung II

5

3

2

4 Dawan II

5

0

5

5 Nusa Penida III

1

1

0

Jumlah

21

14

(66,7%)

7

(33,3%)

*)Sumber : Hasil Kegiatan PKL Kab. (APBD II) Th. 2008

Berdasarkan tabel 3 di atas, terlihat bahwa jumlah sampel air PDAM yang diperiksa secara bakteriologis tahun 2008 adalah sebanyak 21 sampel, dimana 14 sampel (66,7%) positif atau tidak memenuhi syarat, dan 7 sampel (33,3%) negatif atau memenuhi syarat.

Tabel 4 : Hasil pemeriksaan Laboratorium secara bakteriologis terhadap Sampel Air PDAM di Kabupaten Klungkung Tahun 2009

A. Kegiatan PKL Kab. Klungkung (APBD II) Tahun 2009

No. Lokasi (Puskesmas) Jml Sampel Hasil (E. Coli) Keterangan
Positif Negatif
1 Banjarangkan I

8

1

7

2 Banjarangkan II

14

14

0

3 Klungkung I

14

8

6

4 Klungkung II

6

6

0

5 Dawan I

8

8

0

6 Nusa Penida III

1

0

1

Jumlah

51

37

(72,5%)

14

(27,5%)

Berdasarkan tabel 2 di atas, terlihat bahwa jumlah sampel air PDAM yang diperiksa secara bakteriologis tahun 2009 dari kegiatan PKL Kabupaten Klungkung (APBD II) Tahun 2009 adalah sebanyak 51 sampel, dimana 37 sampel (72,5%) positif atau tidak memenuhi syarat, dan 14 sampel (27,5%) negatif atau memenuhi syarat.

B. Hasil Uji Petik Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2009

No. Lokasi (Puskesmas) Jml Sampel Hasil (E. Coli) Keterangan
Positif Negatif
1 Klungkung I

4

4

0

2 Klungkung II

1

1

0

Jumlah

5

5

(100%)

0

(0%)

Berdasarkan tabel 4 di atas, terlihat bahwa jumlah sampel air PDAM yang diperiksa secara bakteriologis sebagai uji petik dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2009 adalah sebanyak 5 sampel, dimana semuanya (100%) positif atau tidak memenuhi syarat,

Secara keseluruhan jumlah sampel yang diambil pada tahun 2009 adalah 56 sampel, dimana sebanyak 42 sampel (75%) tidak memenuhi syarat, sedangkan sebanyak 14 sampel (25%) memenuhi syarat.

Tabel 5 : Hasil pemeriksaan Laboratorium secara bakteriologis terhadap Sampel Air PDAM di Kabupaten Klungkung Tahun 2010

No. Lokasi (Puskesmas) Jml Sampel Hasil (E. Coli) Keterangan
Positif Negatif
1 Klungkung I

7

7

0

Jumlah

7

7

(100%)

0

(0%)

*)Sumber : Hasil Uji Petik Dinas Kesehatan Prov Bali Th. 2010.

Berdasarkan tabel 5 di atas, terlihat bahwa jumlah sampel air PDAM yang diperiksa secara bakteriologis sebagai uji petik dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2010 adalah sebanyak 7 sampel, dimana semuanya (100%) positif atau tidak memenuhi syarat,

Tabel 6 : Hasil pemeriksaan Laboratorium secara bakteriologis terhadap Sampel Air PDAM di Kabupaten Klungkung Tahun 2011

No. Lokasi (Puskesmas) Jml Sampel Hasil (E. Coli) Keterangan
Positif Negatif
1 Banjarangkan II

4

4

0

Jumlah

4

4

(100%)

0

(0%)

*)Sumber : Hasil Uji Petik Dinas Kesehatan Prov Bali Th. 2011.

Berdasarkan tabel 6 di atas, terlihat bahwa jumlah sampel air PDAM yang diperiksa secara bakteriologis sebagai uji petik dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2010 adalah sebanyak 4 sampel, dimana semuanya (100%) positif atau tidak memenuhi syarat,

IV. ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM     SECARA BAKTERIOLOGIS AIR MINUM

Berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh dalam pemeriksaan kualitas air minum PDAM di Kabupaten Klungkung selama 5 tahun (2007 – 2011) sebagaimana yang tertuang pada Tabel 1 di atas, menunjukkan bahwa dari sejumlah 95 sampel di periksa, sebanyak 71 sampel (74,7%) positif atau tidak memenuhi syarat sebagai air minum, sedangkan sebanyak 24 sampel (25,3%) negatip atau memenuhi syarat. Standar yang digunakan untuk mengukur parameter ini didasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 492/MENKES/PER/IV/2010, tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Dalam peraturan ini disebutkan bahwa sebagai air minum, untuk parameter mikrobiologi, jumlah per 100 ml sampel, kadar maksimum yang diperbolehkan untuk total bakteri koliform adalah 0 (nol), dan untuk bakteri E.Coli juga 0 (nol). Dengan perkataan lain, di dalam air minum tidak boleh ada total bakteri koliform maupun  bakter E. Coli.

Secara umum Lokasi pengambilan sampel tersebut berada di bagian hilir dari pada jaringan distribusi perpipaan PDAM yang berada di Kabupaten Klungkung, sedangkan bagian hulunya dimana  sumber/mata airnya berada antara lain meliputi desa, Selat, dan desa Tegak. Penecemaran terhadap air minum yang dikonsumsi masyarakat yang berada di bagian hilir jaringan distribusi tersebut dimungkinkan karena adanya kebocoran-kebocoran pada pipa distribusi tersebut, atau bisa juga terjadi karena adanya luapan air hujan yang membawa masuk bahan-bahan pencemar ke Reservoir (bak penampungan) yang akhirnya terbawa alirandalam jaringan pipa distribusi, menuju sambungan rumah di masyarakat.  Selain itu, dimungkinkan karena proses desinfeksi terhadap air tersebut kurang memadahi, sehingga hal ini menyebabkan adanya bakteri Coliform maupun E. Coli di dalam air tersebut.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan :

Berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh dalam pemantauandan pemeriksaan Kualitas Air Minum PDAM secara mikrobiologis/ bakteriologis selama  5 tahun ( 2007 – 2011) di Kabupaten Klungkung, sebagaimana telah disajikan pada Tabel 1 s/d 5 tersebut di atas, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 492/MENKES/PER/IV/2010 dapat disimpulkan bahwa dari sejumlah 95 sampel air yang diperiksa, sebanyak 71 sampel (74,7%) tidak memenuhi syarat sebagai air minum, sedangkan hanya 24 sampel (25,3%) yang memenuhi syarat sebagai air minum.

B. Saran-saran

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka untuk perbaikan dan peningkatan kualitas air minum tersebut dapat disarankan  sbb :

1.    Kepada pengelola (PDAM) diharapkan agar mengadakan perbaikan-perbaikan jika terdapat kebocoran pipa-pipa distribusinya yang berpotensi terjadinya pencemaran terhadap air yang berada di dalam pipa-pipa distribusi tersebut yang akhirnya dikonsumsi oleh masyarakat.

Disamping itu agar melakukan desinfeksi terhadap yang  dipruduksinya secara memadahi, sehingga sisa Chlor yang terdapat di dalam air memenuhi syarat kesehatan (0,2 – 0,5 mg/l).

2.   Peningkatan kerja sama lintas sektor antara PDAM, Dinas Kesehatan dan sektor terkait lainnya dalam rangka pengawasan kualitas air minum.

3.   Kepada masyarakat/konsumen dianjurkan agar merebus air sampai mendidih sebelum digunakan sebagai air minum.