Mencuci tangan dengan menggunakan sabun terkesan merupakan suatu hal yang sangat sederhana. Hal yang sangat lumrah kita lakukan.

Tapi mari kita lihat informasi dari website Depkes berikut : berdasarkan survei environmental service program (ESP) tentang perilaku masyarakat terhadap kebiasaan mencuci tangan yang dilakukan Depkes dan instansi lainnya pada tahun 2006 – walau penetrasi sabun telah masuk ke hampir seluruh rumah tangga di Indonesia, rata-rata hanya 3% saja yang menggunakan sabun untuk cuci tangan, hanya 12% yang mencuci tangan pascabuang air besar, hanya 9% yang melakukan CTPS setelah membantu buang air besar bayi, hanya 14% CTPS dilakukan sebelum makan, 7% sebelum memberi makan bayi dan 6% sebelum menyiapkan makanan.

Lalu apa makna statistik di atas? Tentu bisa disadari bahwa tangan kita merupakan alat tubuh yang paling efektif untuk digunakan memegang sesuatu, sehingga bisa dibayangkan juga berapa banyak benda-benda yang tersentuh oleh tangan kita setiap hari, misalnya pada kegiatan-kegiatan umum yang disurvei di atas. Jadi jika tangan kita tidak bersih tentu akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan, banyak kuman penyakit yang bisa menempel pada tangan dan masuk ke tubuh.

Kemudian mencuci tangan dengan air saja, ternyata juga tidak cukup untuk melindungi seseorang dari kuman penyakit yang menempel di tangan. Terlebih bila mencuci tangan tidak dibawah air mengalir. Walapun tangan bisa saja terlihat bersih tapi kuman yang menempel tidak bisa dihilangkan dengan air saja. Dengan demikian perlu bahan pembersih tambahan yang dapat menghilangkan kuman, yang paling sering kita gunakan dan mudah kita dapatkan tentu adalah sabun. Hanya dengan tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dapat mencegah berbagai penyakit infeksi seperti diare, cacingan, ISPA, bahkan sampai dengan flu burung juga.

Dengan demikian kampanye gerakan CTPS tentu masih sangat relevan untuk digiatkan lagi dan kita dukung bersama. Hal ini sebenarnya sudah beberapa lama dilaksanakan, gerakan nasional CTPS telah dicanangkan oleh Menkes sejak tahun 2006 dan program PHBS juga telah mencantumkan mencuci tangan pakai sabun sebagai salah satu indikator keberhasilan program.
Hal ini juga mendapat perhatian di level international. Contohnya di website CDC dapat dilihat dukungan untuk Clean Hands Coallition dengan motto “Clean Hands Save Lives!“.

Dengan demikian kami juga mengajak siapa saja yang membaca tulisan ini untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan untuk ikut mengkampanyekan gerakan ini kepada siapa saja, khususnya tentu bagi orang-orang yang dekat dengan kita .